Senin, 19 Mei 2014

Tentang Banten Di Kota Malang


Adalah hal lumrah di indonesia nama sebuah kota menjadi nama sebuah jalan  di kota lainnya salah satu contohnya adalah jalan riau di kota Bandung.Di kota Blitar saya sering melihat hal yang sama  sebuah jalan bernama sebuah kota.Begitu juga dikota Malang banyak jalan baik jalan raya besar atau jalan gang kecil di namai dengan nama sebuah kota.Yang unik adalah ketika saya iseng keliling kota Malang setelah habis berkunjung dari Malang Town Square atau MATOS.Ketika melewati taman makam pahlawan saya mengambil arah kiri melewati bagian depan taman makam,mata saya tertuju ke sebuah plang nama sebuah jalan yang tidak terlalu besar tertulis jalan Tangerang,selang beberapa meter di depan mata saya kembali tertuju kepada plang bernama jalan Pandeglang...hhh  sangat menarik saya pikir.
Sebagai orang Banten tentu saya senang dengan pemberian nama jalan tersebut kemudian iseng motor saya belokan untuk memasuki jalan tersebut dan ternyata saya menemukan plang jalan dengan nama kota di Banten lainya seperti jalan Rangkasbitung lalu jalan Serang dan jalan Serang 2 kemudian ada jalan Cilegon bahkan ada juga jalan Banten dan jalan Banten Dalam.
Iseng saya tanyai kepada bapak yang sedang lewat mungkin beliau tahu alasan apa hingga diwilayah ini jalan2 dinamai dengan nama2 tempat di Banten,siBapak tersebut cuma menjawab tidak tahu,beliau malah bilang ada lagi jalan lain bernama jalan Anyer di tempat ini wahhh...Saya tahu di kota Bandung ada jalan bernama jalan Banten dan jalan Serang tapi cuma dua tempat saja tidak selengkap seperti di kota Malang ini.oh iya selain nama kota2 di Banten jalan utama wilayah ini bernama jalan Bandung saya juga sempat melihat plang jalan Cianjur.Sungguh pengalaman mengesankan mengelilingi kota Malang...dan perjalanan menyelusuri kota Malang masih terus berlanjut..semoga saya masih bisa menulis pengalaman lainnya...

Sabtu, 22 Maret 2014

Mengunjungi Surabaya

Surabaya...Ini kali kedua saya mengunjungi kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.Berbeda dengan yang kunjungan pertama,kali ini saya punya lebih banyak waktu untuk menyelusuri lebih dalam lokasi2 penting atau bersejarah di kota Pahlawan ini.Hujan deras menyambut kedatangan saya di stasiun kereta Gubeng,itu berarti mempersingkat waktu untuk keliling kota,karena hampir satu setengah jam lebih  waktu berlalu begitu saja tanpa melakukan kegiatan apapun hanya duduk termenung menanti hujan reda disalah satu pojokan  stasiun Gubeng.Tepat jam 11 siang hujan mulai reda walau hujan gerimis masih turun saya segera memutuskan untuk segera memulai perjalanan.
Tempat pertama untuk di kunjungi adalah museum Kapal Selam karena lokasi museum tidak jauh dari stasiun Gubeng.Lokasi museum terletak di pinggir jalan raya dan pinggir Kali,jadi bisa di lihat langsung dari luar area museum,karena penasaran inggin tahu bagaimana isi dari daleman sebuah kapal selam saya terpaksa membayar tiket masuk seharga 8000 rupiah.
Narsis dulu
Ahh..akhirnya rasa penasaran saya tentang bagaiman isi dalaman sebuah kapal selam terpenuhi,sebenarnya ada film tentang sejarah kapal selam indonesia tapi karena keterbatasan waktu, saya tidak sempat untuk menyaksikan film dokumentar tsb.
Masjid Cheng Hoo
Perjalan diteruskan dengan menyelusuri jalan pemuda melihat gedung Grahadi kemudian menuju Balaikota tempat Ibu Risma Salah satu pejabat yang saya kagumi berkantor,kemudian menuju masjid Muhamad Cheng Hoo.Tidak lengkap jika ke surabaya tanpa mengunjungi salah satu icon kota surabaya yaitu Tugu Pahlawan,setelah sempat jalan2 sebentar di plaza tunjungan saya segera menuju Tugu Pahlawan.Lumayan jauh jaraknya untuk sampai ke kesana sekitar 2,5km untuk mempersingkat waktu saya putuskan untuk naik becak.Kondisi Tugu Pahlawan lumayan tertata rapih dan bersih di depan pintu masuk kita disambut dengan patung Sukarno - Hatta dengan latar beberapa pilar bergaya klasik dari sebuah bangunan yang sudah roboh terlihat sangat artistik. Setelah keliling seluruh area lalu melihat Kantor Gubernur Jawa Timur, saya bergegas untuk pulang dengan naik bus keterminal Bungurasih.
Tugu Pahlawan


Sukarno Hatta
Sebenarnya sangat inggin sekali mengunjunggi tempat menarik lainnya seperi tugu Sura dan Buaya,monumen Jalesveva Jayamahe atau jembatan Suramadu.Karena keterbatasan waktu kunjungan kali ini cukup sampai disini,mungkin dilain waktu saya akan kembali mengunjungi Kota Surabaya.Kesan utama saya tentang kota Surabaya adalah kota dengan Pedestrian way atau Trotoar terbaik di Indonesia,sangat wajar jika walikotanya mendapat apresiasi dari warga Kota Surabaya dan bahkan masyarakat Indonesia.


Salut Untuk Surabaya


Trotor Dengan Kualitas Dunia

Sabtu, 01 Maret 2014

Candi Penataran

Candi Penataran
Walaupun tak sebesar dan semegah candi2 di jawa tengah,candi2 di jawa timur tetap menarik untuk dikunjungi,Salah satunya ialah candi penataran di kota Blitar.Tidaklah sulit untuk mencapai dimana lokasi candi terutama jika kita membawa kendaraan pribadi atau motor. Sedangkan jika kita datang dari luar kota memang lumayan sulit karena di kota blitar angkot tidak sebanyak di kota tetangga seperti kota malang apalagi trayek angkot jurusan ke candi penataran sangat jarang bahkan angkot terakhir dari arah candi penataran menuju kota blitar hanya ada sampai jam3 sore,so jika kita berkunjung dari luar kota dan tidak membawa kendaraan sendiri harus siap2 naik ojeg bila kita berkunjung sampai sore hari, tarip nya lumayan mahal sekitar 25ribuan dengan tujuan pusat kota.Bila kita berasal dari luar kota di sarankan agar sekalian juga kita mengunjungi tempat pemakaman Bung Karno proklamator dan Presiden pertama republik Indonesia,karena angkot yang kita tumpangi juga melewati daerah tempat dimana makam bung karno berada.
Makam Bung Karno

Alun2 Kota Blitar
Pangkalan angkot terletak di simpang tiga pasar legi diseberang depan sebuah klenteng,bisa ditempuh dari stasiun blitar atau alun2 blitar dengan berjalan kaki sekitar 5-10menitan.Angkot jurusan ke arah candi penataran berwarna kuning tarifnya 8ribu rupiah dengan jarak sekitar 10km di tempuh dalam waktu sekitar 20-30menit.
Relief yang menarik
Secara fisik candi Penataran terlihat biasa saja apalagi bila kita pernah mengunjungi candi2 di jawa tengah.Tapi walaupun terlihat sederhana,tetap mempunyai nilai sejarah yang tinggi sebagai bukti peradaban nenek moyang kita.Satu hal yang menarik di candi penataran saya menemukan sebuah relief yang unik di dinding candi yaitu menampakan seorang wanita dengan rambut tergerai panjang sedang bergaya dengan menyilangkan atau menyenderkan salah satu kakinya sementara di depanya terlihat seseorang pria seperti sedang melukis atau memotret.Bila kita melihat cara bergaya,berpakaian dan rambutnya yang tergerai terlihat sangat modern dan modis untuk jamanya.Tampak seperti perempuan asing bukan gambaran perempuan lokal.Saya menduga Sepertinya sudah ada interaksi dengan dunia luar ketika candi ini di bangun,sayang saya tidak cukup banyak waktu ketika berkunjung kesana jadi tidak banyak keterangan yang saya dapat tentang candi Penataran ini.
4Arca Dwarapala

Trowongan Eka dan Dwi Bakti Karya

Eka Bakti Karya
Dwi  Bakti Karya
Salah satu kelebihan mengunakan kereta api ketika kita berpergian di indonesia adalah,kita bisa melihat dan melewati terowongan atau tunnel.Tidak seperti di korea atau jepang kita bisa mudah menemukan jalan raya yang menembus sebuah terowongan.jalan raya menembus sebuahTerowongan adalah barang langka di indonesia,Bisa di katakan tidak ada satupun jalan beraspal di Indonesia yang melewati sebuah terowongan.Berbeda jika kita naik kereta api kita bisa mengalami bagaimana rasanya melewati sebuah terowongan.Ada sekitar belasan terowongan kereta api di indonesia,baik yang masih digunakan maupun yang sudah tidak digunakan lagi.Hampir semua terowongan di indonesia di buat pada zaman pemerintah Belanda.Hanya satu (sebenarnya dua) terowongan yang di buat oleh para insinyur Indonesia,yaitu sebuah terowongan yang berada di daerah perbatasan kabupaten malang dan kab blitar jawa timur.Terletak di sebuah desa bernama karang kates posisinya berada di antara dua waduk atau bendungan.Ada dua terowongan dalam satu lajur sepanjang kurang lebih 2km.Terowongan pertama sepanjang 850meter bernama Eka Bakti Karya dan terowongan kedua sepanjang 400meter bernama Dwi Bakti Karya.Blia kita datang dari arah malang terowongan bisa di lewati setelah kita melewati stasiun Sumber pucung sedangkan bila kita datang dari arah Blitar kita bisa melewatinya setelah Stasiun Poh gajih.Bisa di bilang inilah karya monumental insinyur indonesia karena sepanjang hampir lebih 70tahun indonesia merdeka hanya bisa membuat dua terowongan.Ini menunjukan bahwa orang indonesia pun mampu jika di berikan kepercayaan untuk mengerjakan karya besar.Terowongan ini di buat bersamaan dengan pengerjaan pembangunan bendungan Brantas karangkates dan bendungan lahor (Ir Sutami)di akhir tahun 60an sampai awal tahun 70an.Konon terowowongan itu di buat karena jalur kerta api sebelumnya yang sudah ada sejak jaman belanda di gusur karena pembangunan kedua bendungan tsb.Sebagai tambahan tak jauh dari atas pintu keluar terowongan pertama (Eka Bakti Karya) terdapat sebuah peninggalan bersejarah yang di perkirakan berasal dari zaman kerajaan singosari,yaitu sebuah Arca Tunggal berbentuk manusia berkepala gajah atau lebih dikenal dengan Dewa Ganesha.Dalam mitologi agama Hindu Dewa Ganesha di digambarkan sebagai perlambang Dewa pengetahuan,kecerdasan kebijaksanaan dan Dewa penjaga dari mara bahaya/bencana.Uniknya Patung2 Ganesha di sini berada dalam posisi berdiri tidak dalam posisi duduk seperti patung Ganesha umumnya.
Arca Ganesha Karang kates
t
Trowongan dalam Tanda merah

Kereta Api Gajayana keluar dari terowongan

Kamis, 13 Februari 2014

Merantau ke Jawa Timur


Sebagai orang baru di wilayah jawa timur  tepatnya di kabupaten malang saya banyak menemukan hal hal yang sebelumnya tidak saya dapati atau temukan di tempat asal saya di Serang Banten.Secara umum pembangunan infrastruktur dijawa timur lebih baik dari pada di banten, selain karena provinsi banten belum lama terbentuk.pembangunannya kurang maksimal karena politik dinasti di tinggkat propinsi maupun kabupaten/kota,sarat dengan korupsi kolusi dan nepotisme.
Dan inilah Beberapa hal yang unik atau baru saya temui si Jawa timur.
Becak bermotor pertama kali melihat becak bermotor di kota Ngawi,ketika bus rosalia indah yang saya tumpangi masuk poll untuk beristirahat saya terheran2 karena sepanjang yang saya tahu becak selalu di gowes bukan di dorong oleh mesin motor.Becak bermotor sejatinya adalah gabungan sebuah motor dan becak .Sebuah motor yang di hilangkan bagian roda depan dan stang, kemudian di sambungkankan dengan bagian depan becak yang bagian roda belakang dan jok serta pedalnya sudah dihilangkan.tukang becak tidak perlu mengowes cukup mengendalikan kemudi.Dikota serang maupun Banten saya yakin tidak bakal di temukan kendaraan seperti ini padahal di daerah sumatra dan daerah lainnya sudah banyak beredar.
Pos kamling.

Tidak ada yang aneh pos kamling bisa di temui dimana saja,di kota serang pos kamling biasanya dibuat seadanya, berbentuk saung terbuat dari rangka kayu beralas bambu atau kayu papan beratap genteng atau asbes. Berbeda dengan di tempat saya tinggal sekarang,pos kamling di buat permanen,bangunan terbuat dari  batu bata di semen di beri pintu dengan jendela besi tralis.Pintunya disiang hari selalu dalam keadaan terkunci,hanya digunakan dimalam hari berbeda dengan di kota serang,pos kamling adalah ruang publik terbuka bisa di pakai untuk apa saja baik siang maupun malam.
Toleransi beragama.Walaupun jawa timur sangat terkenal sebagai basisnya umat islam diindonesia,ditandai dengan banyaknya pesantren2 besar dan sangat terkenal menghasilkan ulama2 yang disegani.Saya cukup sering atau mudah menjumpai gereja di kota2 kecamatan atau desa,bahkan di tempat saya tinggal kepala desanya seorang penganut kristen sedangkan penduduknya lebih dari 95% beragama islam.Di kota serang gereja hanya bisa di temui di pusat kota,bahkan di kota seperti pandeglang dan cilegon tidak ada sama sekali gereja.Untuk toleransi beragama Banten seharusnya belajar dari jawa timur.Maksud saya cilegon sebagai kota industri,sudah seharusnya keberadaan gereja sudah tidak perlu di perdebatkan lagi.
Yang unik lainya menurut pandangan saya(walaupun bagi orang lain tidaklah unik)

Mobil Penggilingan Padi.Pemilik gabah tidak perlu membawa kepenggilingan padi bila hendak merubah biji gabah menjadi butiran beras,karena mesin penggilingan padi akan datang sendiri kerumah petani.mobil unik tanpa bodi baru pertama kali saya lihat ya di jawa timur,entah lah mungkin di daerah lain juga ada yang pasti saya tidak pernah melihatnya selama 5bulan keberadaan saya di kota serang.Itulah hasil pengamatan saya dari 2bulan pertama tinggal di malang jawa timur,mungkin banyak salah...mohon maafkan...

Jumat, 07 Februari 2014

Pohon Baobab Tumbuh di Banten??

African Baobab

Bagian atas pohon mirip akar
Di indonesia Tidak banyak yang tahu apa itu pohon baobab,pohon ini banyak dibahas masyarakat ketika universitas indonesia merelokasi pohon pohon besar  langka di subang jawa barat.Pohon besar yang oleh masyarakat sekitar kota subang di sebut pohon kitambleg ini ternyata bukanlah sembarang pohon.Keberadaan pohon kitambleng di percaya datangkan oleh pemerintah belanda  dari afrika di jaman penjajahan dulu.Pohon yang bernama latin Adansonia Digitata sangat istimewa di afrika tempat asal Baobab bisa tumbuh hingga setinggi 50meter dan lingkar batangnya bisa mencapai belasan meter mampu bertahan hingga ribuan tahun dan mempunyai bentuk yang unik seperti pohon terbalik bagian atas pohon bentuknya seperti akar yang merambat ditanah.Keistimewaan lainnya batang pohon bisa menyimpan air dalam jumlah yang sangat banyak dan buahnya yang berbentuk lonjong mengandung Kalsium dan Vitamin C yang sangat berlimpah daunnya bisa disayur atau lalapan dengan kandungan mineral yang sangat tinggi,kulitnya bisa di manfaatkan untuk tali dan pakaian.Keberadaan pohon ini di indonesia jumlahnya tidak banyak hanya berjumlah belasan batang saja,sebagian besar berada di wilayah subang itu pun sudah di relokasi sebanyak 10 batang pohon ke halaman kampus UI.
Kantor Polres Serang Tampak Depan
pohon besar di polres serang

Sebuah pohon besar di depan kantor pelayanan SIM polres serang menarik perhatian saya selain karena bentuknya yang besar unik.Pohon yang dijadikan tempat berteduh bagi orang yang sedang mengurus berkas dipolres serang ini kebetulan sedang berbunga dan berbuah. Bentuk bunga dan buahnya yang belum pernah saya lihat sebelumnya menambah rasa penasaran.Saya bertanya kepada pedagang minuman yang berdagang di bawah pohon tsb,apa nama pohon ini si pedagang menyebut Pohon Asem Gede juga ada yang menyebut pohon kapuk atau randu.Rasa penasaran saya semakin tinggi saya berpikir apakah ini yang disebut pohon baobab,karena pohon baobab termasuk dalam jenis randu2an dan dibeberapa tempat juga disebut Asem Buto.Saya pribadi belum pernah melihat langsung pohon baobab hanya tahu dari surfing di internet.Saya yakin pohon besar di halaman dalam Kantor Polres Banten adalah pohon baobab!!selain karena ciri2nya yang hampir mirip dan keberadaan kantor polres serang itu sendiri yang didirikan oleh pemerintah kolonial belanda.Saya perkirakan pohon tersebut di tanam oleh pemerintah belanda sama halnya dengan pohon yang tumbuh di subang,Karena di tanam di perkebunan yang sebelumnya di kelola oleh orang belanda.
Bunga dan buahnya sangat unik menggantung